Posts tagged "Parkour"

Freedom of Movement ?

“can you handle limitless freedom of move? can your body handle it?”

Parkour memang membebaskan kita untuk bergerak bebas dan diluar garis kebiasaan, tapi sebebas apa? Parkour memang tidak membatasi kita bergerak, bahkan membebaskan kita dan menarik garis-garis batas yang selama ini membatasi pergerakan kita. Tapi apakah kebebasan itu absolut? 

Ingat film yamakasi? Di awal cerita ketujuh pemuda memanjat gedung tinggi hanya untuk menikmati keindahan matahari terbit , ditonton oleh dua bocah yang tidak mengerti dan hanya menganggap bahwa apa yang dilakukan ketujuh pemuda ini luar biasa. Keesokan harinya mereka memanjat pohon sambil berteriak “yamakasi” dan mengajak satu orang teman lagi yang menonton untuk ikut memanjat sambil berkata “tidakkah kau ingin menjadi keren seperti yamakasi?”. Akhirnya si anak memanjat, karena punya kelainan jantung si anak tiba2 pingsan ketika memanjat dan jatuh terjerembab ke tanah, mengakibatkan dia masuk rumah sakit.

Beruntung di film tersebut si anak bisa diselamatkan oleh tim yamakasi dengan mencari dana untuk operasi transplantasi jantung baru, tapi itu adalah biaya yang mahal untuk sebuah kebebasan bergerak (dan itu terjadi di film). 

Jadi sebebas apa kita bergerak?

Sama halnya seperti kita berperilaku, semuanya bebas, tapi tentunya tetap ada batas-batas yang perlu dilihat, berlatih parkour pun demikian. Ketika kita berlatih apa pengaruhnya untuk orang lain? Apakah kita melanggar hak-hak orang lain yang punya kebebasan yang sama? Bagaimana jika orang awam yang tidak mengerti apa-apa melihat dan sekonyong-konyong mencoba (seperti si anak yang ingin meniru tim yamakasi) hal-hal yang kita sudah latih selama ini? Apa pengaruhnya latihan itu untuk kita? Bisakah tubuh kita menanggung kebebasan bergerak tersebut? 

Apa yang kita lakukan dan perlihatkan mencerminkan diri kita seperti apa.  Apa yang kita perlihatkan akan mempengaruhi orang-orang di sekitar. Parkour harusnya mengINSPIRASI bukan mencelakakan. Setidaknya ini arti kebebasan bergerak di parkour menurut saya.

Keep training and keep it safe out there fellas.

*photo taken from http://lahaiseslair.com/jakob/2011/03/22/parkour/

#15 Parkour Vision

Saya ingat suatu hari saya bermain ke rumah teman saya dan senyam-senyum sendiri. Si teman bertanya “kenapa senyam-senyum sendiri? Pasti lagi bayangin mau ngapain ya?” saya hanya bisa balas dengan tersenyum.

ketika teman-teman memulai latihan Parkour, bersiaplah untuk melihat dunia dengan cara baru. Siapapun yang berlatih Parkour bahkan untuk beberapa saat akan mendapatkan efek yang sama, efek dimana pencabutan nilai-nilai yang selama ini “membatasi” pergerakan teman-teman.

Cara teman-teman bergerak di lingkungan akan berbeda setelah teman-teman belajar Parkour.  tembok,  railing, gedung, penghalang, gerbang, struktur-struktur berbagai bentuk dan ukuran yang mulanya dinilai sebagai pemanis dan diciptakan sebagaimana mereka dibuat, berubah menjadi tempat bermain yang tidak terbatas.

jangankan pandangan tentang struktur di luaran sana, pandangan teman-teman terhadap suasana di rumah pun akan berbeda. Parkour menciptakan pendekatan baru yang bebas kepada pengenalan lingkungan sekitar.  tembok berubah menjadi sarana jalan yang vertikal untuk dipanjat atau untuk dilewati, railing besi berubah menjadi “jalan alternatif”, celah-celah antara struktur diisi oleh lompatan-lompatan. Sedikit demi sedikit teman-teman akan melihat lingkungan sekitar seperti ini : Lingkungan sekitar, dengan segala aspeknya dapat berubah menjadi kesempatan teman-teman untuk bergerak, menjadi tempat untuk berlatih. Kami menyebutnya, “Parkour Vision”

Parkour Vision didapat melalui latihan yang intensif, semakin sering teman-teman berlatih semakin terasah Parkour Visionnya. Parkour Vision ini juga akan berhubungan denga kreativitas teman-teman ketika bergerak semakin banyak pengalaman teman-teman semakin “lebar” pandangannya. Ketika teman-teman mendapatkan Parkour Vision, teman-teman akan menghormati lingkungan sekitar dimana teman-teman tinggal, bermain, dan berlatih. Teman-teman akan selalu menjaga lingkungan sebagai mana mestinya, dan berlatih hanya di tempat yang teman-teman tahu bahwa teman-teman tidak akan merusaknya. Selalu meninggalkan lingkungan seperti seharusnya ketika datang berlatih, tanpa merusak apapun sesuai salah satu filosofi Parkour “leave no trace”.  Dengan begitu teman-teman akan menunjukkan bahwa teman-teman menghargai lingkungan dan siapapun yang tinggal di lingkungan tersebut.

“You Have to practice it, to experience it, you have to live it.” Dan Edwardes – The Parkour and Freerunning Handbook

The World is our Playground.

Sumber : The Parkour & Freerunning Handbook 

#4 Mereka Berlatih Seperti Kita Berlatih

Pernah berpikir bagaimana para praktisi Parkour di luaran sana berlatih? apa yang mereka lakukan sehingga bisa melakukan apa yang kita tonton lewat youtube. Seperti apa bentuk latihan mereka selama ini? Sudah samakah latihan kita dengan mereka?

Jika teman-teman sudah pernah setidaknya bergabung dengan latihan di komunitas Parkour Bandung, Parkour Jakarta, Parkour Jogja, atau komunitas Parkour di kota lain, teman-teman akan menemukan gerakan-gerakan yang familiar dari video Parkour Creation Moscow yang saya berikan di atas, malah bisa dibilang gerakannya sama persis dengan apa yang kita lakukan di Indonesia.  Dimulai dari pemanasan hingga ke latihan basic.

Contoh lain, kita pernah kedatangan seorang praktisi dari Inggris, kami meminta dia untuk berbagi metode latihan, dia setuju dengan terlebih dahulu melihat bagaimana cara kita berlatih dan akan memberi masukan setelahnya, tahu apa yang dia bilang? “tidak ada yang perlu dirubah, kalian hanya perlu berkembang dan itu akan datang dengan sendirinya.”

Contoh 2, saya pernah jalan-jalan ke sebuah negara di Eropa dan beruntung bisa berhubungan dengan salah satu praktisi di negara tersebut. kami menentukan waktu untuk bertemu dan berlatih bersama, ketika saya bertemu dan berlatih, latihannya sama persis seperti ketika saya latihan di Indonesia.

ini membuktikan bahwa latihan kita tidak berbeda dengan mereka, apa yang mereka latih kita latih disini, apa yang mereka lakukan di belahan dunia lain sama dengan apa yang kita lakukan di Indonesia. Jadi apa yang membedakan? Lingkungan dan dedikasi ketika mereka berlatih. Jika mereka bisa, kitapun pasti bisa.

“Movement is Our Languange” Daniel “Qronoz” Giovanni

Posting ini saya dedikasikan untuk Parkour Bandung yang berulang tahun yang ke3, Selamat Ulang Tahun Parkour Bandung, terima kasih telah menjadi inspirasi yang begitu besar untuk banyak orang :D. 

Mencoba berbagi Parkour dari sisi lain, dari sisi praktisi yang percaya bahwa Parkour bukan hanya sekedar loncat-loncat.

twitter.com/willyirawan

view archive



website Parkour Indonesia

Ask me anything