P.A.T.I.E.N.C.E.
“ayo will, bisa kok..” kata satu orang
“ayo will, kalo kamu coba saya coba” kata Andri
entah berapa lama saya berdiri dan diam, sampai akhirnya saya mencoba dan berteman dengan rasa takut sekali lagi. sekali lagi saya menjadi seorang asing yang mencoba berteman dengan rasa takut. butuh waktu berbulan-bulan untuk saya sehingga saya memberanikan diri untuk mencoba melewati obstacle tersebut.
apa yang salah?
kenapa begitu lama?
selama itu sampai berani?
tidak ada yang salah dengan itu semua. menghadapi dan berteman dengan rasa takut bukan hal yang mudah. setidaknya untuk saya. mencoba meyakinkan diri bahwa saya bisa dan mendorong diri sendiri melewati “batas aman” diri sendiri bukanlah semudah menyebrang jalan di jembatan penyebrangan. lama atau tidak itu relatif, ya memang mungkin untuk saya butuh waktu selama itu untuk berani dan meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa melewati obstacle itu dengan baik.
malu dong sama yang lain?
kan yang lain udah lama bisa.
kenapa mesti malu? parkour sesuatu yang bersifat sangat personal, saya yang tahu jalan pikiran dan ketakutan saya. saya yang tahu kemampuan saya sampai dimana. walaupun saya punya teman-teman yang mendukung, pada akhirnya saya yang harus memutuskan untuk “lakukan atau tidak”. jangan pernah melakukan sesuatu karena orang lain melakukannya apalagi ketika anda tahu bahwa anda belum siap.
keindahan parkour adalah kebebasan kita untuk melakukan proses dan mencapai progres. kebebasan kita untuk menemukan jawaban dengan cara kita sendiri untuk semua obstacle yang ada di depan mata. dan ketika kita bisa menemukan jawabannya dengan cara kita sendiri dengan waktu yang tepat, senyum puas, senang, percaya diri akan merasuk ke dalam tubuh teman-teman.
“i have something more than courage, i have PATIENCE” Florin - Journey Through Life
-
xtraordinaryman reblogged this from bukansekedarloncatloncat
-
bukansekedarloncatloncat posted this