#29 Red Pill or the Blue Pill

Neo didatangi Morpheus, ditawari 2 kapsul berwarna, satu berwarna biru dan satu berwarna merah. Pill biru membuat Neo tinggal di negeri impian dan tetap mempercayai semua hal yang sudah dia percayai, kapsul merah membawa Neo bangun dari mimpinya dan menghadapi kenyataan.

sebuah tulisan yang dibuat didasari adegan tersebut, ditulis dengan baik oleh Dominic dari Parkour Generations dan saya terjemahkan beberapa waktu yang lalu. selamat membaca :

Kenapa anda melakukan Parkour? Kenapa anda berlatih dengan cara anda berlatih? Apa yang anda harapkan untuk anda raih? Ini semua adalah pertanyaan penting yang saya pikirkan yang tidak hanya berhubungan dengan diri saya sebagai traceur tapi juga untuk mereka yang saya latih ketika saya mengajar sebagai pelatih/instruktur. Dalam sebuah dokumenter Stephane pernah menyebut sedikit tentang ini :

“Anda harus menanyakan diri anda sendiri, apa yang anda inginkan dengan Parkour? Apakah ini sebagai pengisi waktu luang anda atau anda ingin menjadi seorang praktisi yang benar dan profesional di dalamnya, dan ini sungguh sangat berbeda, dan anda harus benar-benar membuat perbedaan, dan melihat perbedaan-perbedaan diantaranya. Sebagai pengisi waktu luang? Ok, lakukan di dataran dan bersenang-senang, anda dapat bersenang-senang tanpa masalah seperti olah raga lainnya yang orang lakukan seperti bermain bola atau bermain tenis untuk sekedar bersenang-senang dan bukan untuk menjadi seorang profesional, seorang praktisi profesional memiliki kinerja dan mempertimbangkan semua investasi yang harus anda lakukan, dan mengorbankan diri anda untuk meraih tujuan tersebut. Ini bukan hanya omong kosong karena Parkour adalah olahraga yang sanga, sangat sulit dan merupakah olahraga fisik, jadi anda harus memikirkan apa yang anda inginkan?”

terkadang saya merasa saya bisa melihat hal ini di orang lain, saya bisa melihat orang-orang yang hanya disitu untuk menikmati diri mereka sendiri yang menurut saya tidak masalah, tapi terkadang saya juga melihat orang-orang yang ingin sesuatu yang lebih. Tanda-tandanya tidak sejelas yang anda pikirkan dan ini tidak ada hubungannya dengan kemampuan atau level skill seseorang. Orang-orang yang mempunyai semangat adalah mereka yang secara terus-menerus konstan mendorong diri mereka sendiri untuk melewati apa yang dibutuhkan dan saya tidak membicarakan ketika mereka sedang melakukan hal yang mudah dan menyenangkan, tapi sebaliknya, waktu dimana semuanya amat sangat sulit, ketika membosankan, waktu dimana setiap desakan yang mereka punya memberitahu mereka untuk berhenti dan istirahat atau dengan mudah menyerah. Mereka adalah orang-orang yang saya hormati dan saya liat mempunyai potensi untuk menjadi bagus.

Kombinasi yang sempurna tanpa diragukan adalah mereka yang mempunyai bakat alam dan juga mempunyai dorongan dan hasrat untuk bekerja keras dan memperbaiki tapi sayangnya hal ini jarang terjadi. Yang lebih sering terjadi daripada tidak ada dan sesuatu yang saya sering saksikan berulang-ulang adalah bahwa orang yang mempunyai bakat alam cenderung tidak pernah betul-betul mendorong diri mereka sendiri untuk melewati batas-batas mereka , malahan mereka hanya puas untuk bisa satu level atau sedikit lebih baik diantara dari orang-orang yang ada di group mereka. Dan ini menyedihkan, menyedihkan karena mereka membatasi diri mereka seperti itu, bahwa mereka mengartikan progres mereka sendiri bukan berdasarkan apa yang mereka mampu tapi berdasarkan progres orang lain. Terkadang saya bersemangat untuk mendorong orang-orang ini untuk berbuat lebih, bukan karena mereka melakukan sesuatu yang salah tapi karena sebenernya mereka mempunyai potensi untuk bisa melakukan lebih. Tapi seperti yang mereka katakan bahwa “the nail that sticks up is the one that gets hammered down” (paku yang akan bertahan adalah paku yang paling dalam dipalu) dan lewat ini saya bisa melihat perbedaannya juga. Mereka yang ingin memperbaiki diri dan belajar adalah mereka yang bisa menerima saran atau kritik yang seperti mereka mengerti bahwa untuk jangka yang panjang tiada lain itu untuk kebaikan mereka sendiri tapi ada juga orang-orang yang tidak dapat menerima hal-hal seperti ini dengan baik, mereka hanya ingin mendengar ketika mereka dipuji atau unggul pada sesuatu. Saya tidak bisa melihat poinnya melalui ini, kenapa anda melakukan repetisi 10,30,50 kali jika setiap melakukannya anda salah atau anda bisa melakukannya lebih baik? Jika anda melakukan ini yang anda lakukan adalah hanya memperkuat kebiasaan buruk anda atau tehnik anda tidak benar-benar meningkatkan.


Setan terdapat dalam detailnya dan di akhir hari ini yang membedakan bahwa setiap tujuan orang terlihat jelas. Tidak memerlukan terlalu banyak kemampuan/skill untuk meniru sesuatu atau mengkopi route/gerakan, tapi untuk melakukannya dengan baik, dengan benar-benar baik itu adalah sesuatu yang lain. Ini mungkin akan melibatkan pergantian penempatan kaki disana-sini atau lompat dengan tumpuan kaki berbeda tapi itu menambahkan. Bagaimanapun, seperti yang saya katakan, untuk beberapa orang ini tidak ada hubungannya dan dengan sedikit konsekuensi untuk mereka, mereka hanya ingin melakukannya secara kasar, hanya untuk “terlihat” mereka bisa melakukannya dengan baik untuk kebanyakan. Jadi sekali lagi ini semua kembali kepada pertanyaan mereka, apakah anda melakukannya untuk momen?untuk sekarang? Untuk pamer/show off? Atau anda melakukannya untuk jadi lebih baik?

Tapi untuk mereka semua, jalani hidup tapi pikirkanlah dan jujur kepada diri sendiri”apa yang anda inginkan untuk diri anda?”

By : Dominic Parkour Generations

Original article :

http://www.parkourgenerations.com/blog/2009/11/65-red-pill-or-blue-pill.php 

Mencoba berbagi Parkour dari sisi lain, dari sisi praktisi yang percaya bahwa Parkour bukan hanya sekedar loncat-loncat.

twitter.com/willyirawan

view archive



website Parkour Indonesia

Ask me anything