#28 Partner berlatih
Hari ini saya berlatih bersama beberapa teman, kami mengeksplor sebuah tempat baru di universitas swasta Bandung. Pada awalnya, semua berpencar mencari tempat berlatih masing-masing, sampai pada akhirnya kami menemukan sebuah tembok gedung yang sedang dihancurkan dan kami mencoba untuk memanjatnya.
Satu demi satu dari kami mencoba dan berhasil, sampai pada akhirnya tersisa satu orang yang belum. Kami mendukungnya agar mencoba. Satu kali, dua kali, tiga kali percobaan gagal. Kami semua tahu kemampuannya sudah lebih dari itu, dan saya berlatih dengannya hampir 1 tahun. Saya tahu betul progressnya, jadi obstacle ini pasti bisa dia lewati. Kami semua menunggu dan terus mendukungnya agar dia terus mencoba, karena kami semua tahu dia pasti berhasil. Dan entah percobaan ke berapa akhirnya dia mencoba dan berhasil. Kami semua memberikan tepuk tangan penghargaan dan akhirnya melakukan repetisi sebelum meninggalkan obstacle tersebut.
Hal seperti diatas membuktikan pentingnya partner berlatih. Parkour bersifat amat sangat personal, tapi akan sangat membantu jika kita mempunyai partner yang tahu serta mengerti sejauh mana kita berlatih, berkembang, dan proses yang kita lewati. Ketika partner berlatih, bisa mendorong kita untuk mencoba, karena dia tahu dengan latihan yang sudah dilewati, kita siap untuk mencoba melewati batasan yang ada pada saat itu. Di lain sisi, ketika partner berlatih juga bisa menjadi pengingat ketika kita ingin mencoba namun sebenarnya kita belum cukup berlatih dan siap untuk melewati batasan pada saat itu.
Maka, dengan adanya partner berlatih, kita tidak boleh menjadi ketergantungan. Pada akhirnya kita harus bisa mengukur sendiri kemampuan diri, karena kitalah yang paling mengerti kemampuan dan batas yang kita miliki. Partner berlatih, dan ada untuk mendorong dan menjaga kita ketika diperlukan. Pada akhirnya berlatih sendiri akan sama pentingnya dengan berlatih bersama teman-teman. Jangan salah kaprah, ketikapartner berlatih, hal itu bisa dijadikan motivasi bukan untuk dijadikan kompetisi, ingat bahwa kita tidak akan bisa menjadi partner kita dan begitupun sebaliknya. Berkembanglah tetap sesuai dengan diri sendiri.
“don’t ever let another person force you to do things that you don’t want to do”
this note is dedicated to all my training partner, thank you for being my guardian, my role model, and my motivator.
