#27 Si Ingin dan Si Ngikut

Sudah menjadi cerita yang lumrah ketika teman-teman atau orang baru ikut latihan parkour sedikit demi sedikit akan menghilang dengan sendirinya. Kami menyebutnya “Seleksi Alam”. Saya sering berdiskusi dengan teman-teman bagaimana mengurangi hasil dari seleksi alam ini, agar lebih banyak yang bertahan daripada yang menghilang. Sampai pada akhirnya salah satu teman menjawab, “Ngikut sama Ingin itu beda”.

Kalimat itu membawa kami berdiskusi cukup panjang. Biasanya orang yang datang dan ingin bergabung bersama komunitas Parkour di kotanya itu bergerombol, bisa teman sekolah, teman bermain, sahabat, pacaran, saudara dan alasan-alasan lainnya. Tentu saja motivasinya berbeda-beda juga, nah yang paling mendasar, ada yang INGIN bergabung dan ada yang NGIKUT temannya untuk bergabung. Biasanya orang yang INGIN bergabung ini yang akan bertahan lebih lama dari yang NGIKUT. Walopun tidak sedikit orang yang NGIKUT juga bakal bertahan. Kenapa bisa demikian?

Analisa saya yang lain adalah orang yang “ingin” mempunyai tujuan dan motivasi yang lebih jelas ketika bergabung latihan daripada yang “ngikut”. Mereka mencari tahu apa yang mereka lakukan, untuk apa, dan apa tujuannya. Mereka akan berusaha lebih keras karena mereka “ingin”. Orang yang “ngikut” hanya ikut serta meramaikan, tanpa tahu apa tujuan dan motivasi yang jelas. Ya kalo cocok mereka teruskan kalo tidak ya tinggalkan.

Sama seperti ketika teman-teman menginginkan suatu barang, pasti akan melakukan usaha-usaha ekstra untuk bisa mendapatkan barang-barang tersebut. Mencari tahu dimana belinya, harga, hingga fungsi dan kegunaan barang tersebut. Orang yang mengikuti, membeli terlebih dahulu tanpa tahu kegunaannya, kalo cocok ya dipakai kalo tidak ya disimpan saja. Betul?

Contoh : ketika mengikuti latihan SnC (Strength and Conditioning) orang yang “ingin” tahu tujuan dan manfaat latihan tersebut. Orang yang “ngikut” datang dan hanya ikut latihan. Di tengah jalan si “ngikut” akan lelah dan merasa bosan kemudian berhenti karena bagi dia ini hanya buang waktu dan membuat dirinya lelah. Sedangkan si “ingin” terus menerus berlatih mendorong dirinya melewati batas diri sendiri karena dia tahu tujuan dari latihan SnC tersebut. Si “Ingin” bertahan dan berkembang si “ngikut” stagnan, bosan, kemudian pergi.

Namun tidak semua si “ngikut” tidak bertahan, ada yang kemudian sedikit demi sedikit berubah menjadi si “ingin” walaupun sayangnya tidak semua mengalami evolusi tersebut.

Semua mempunyai prosesnya masing-masing, tapi kamu yang menentukan prosesmu, mencari tahu terlebih dahulu selalu lebih baik daripada tidak tahu sama sekali. You make your own destiny. Mau jadi si “Ingin” atau mau jadi si “Ngikut”? you decide.

Mencoba berbagi Parkour dari sisi lain, dari sisi praktisi yang percaya bahwa Parkour bukan hanya sekedar loncat-loncat.

twitter.com/willyirawan

view archive



website Parkour Indonesia

Ask me anything