#21 Limbo

Suatu hari, kami (saya, teman saya, dan seorang wanita), berada di dalam sebuah sekolah daerah jalan Bali, melewati ruang-ruang kelas yang penuh dengan murid yang sedang belajar. Lalu, kami memasuki sebuah ruang komputer untuk mencari sebuah laptop dengan ipod yang menempel di sisinya. Dan setelah beberapa lama kemudian, laptop itu akhirnya ditemukan. Layar-layar di sekitarnya dipenuhi oleh gambar-gambar prototipe robot. Saya mengambil ipod yang dimaksud, dan ternyata, ipod tersebut berisi data si kekasih wanita yang sedang membuat robot, tetapi akan disalahgunakan oleh sebuah organisasi yang bersembunyi di sekolah itu.
Ketika kami sedang memeriksa ipod tersebut, tiba-tiba terdengar suara satpam berteriak, “Penyusup!”. Kami ketahuan.Kontan saya memutuskan untuk berpisah dan menjadi umpan agar teman saya dan si wanita melarikan diri, dan rencanapun berhasil.
Peristiwa selanjutnya ialah, segerombolan keamanan mengejar saya, pintu gerbang semua ditutup, pagar-pagar berbentuk besi tombak dengan ujung yang tajam, dan ketika berlari, terlihat satu ujung tombak patah dan menjadi celah untuk jalan keluar saya dari tempat itu.
Saya berlari dan melompati pagar tersebut, melakukan vault melewati beberapa mobil, lalu berakhir di jalan riau. Saya mencoba menaiki kendaraan umum untuk melarikan diri, ternyata macet bukan kepalang, kemudian saya turun dan berlari masuk ke salah satu FO, pengejar berkendaraan pun melihat dan mengejar saya masuk ke dalam FO. Saya berlari diantara pajangan dan stall bajuhingga berhasil keluar dari FO tersebut.
Akhirnya saya menemukan ojek dan meminta si tukang ojek untuk langsung menancap gas. Saya melihat kebelakang dan pasukan kemanan berkendara masih mengejar kami, masuk ke daerah labirin jalan-jalan ciliwung hingga menemukan jalan kecil. Saya turun dan bersembunyi di salah satu parit.
Tiba-tiba datang kemunculan teman saya,Tirta. “ayo lewat sini..” katanya.
Kami naik ke atas motornya dan ia membawa saya ke tempat yang aman dimana si teman dan wanita sudah menunggu. Saya menyerahkan ipod dan si wanita memeluk sambil bilang “terima kasih banyak”.
Saya terbangun!!
Ternyata itu sebuah adalah sebuah mimpi, mimpi yang sangat nyata. Saya bangun dengan keadaan lelah, tenggorokan kering dan jantung masih berdebar kencang. Mimpi itu mengingatkan saya kepada film Yamakasi yang menggunakan kemampuan Parkour mereka untuk menolong dan berguna untuk orang lain dan mungkin itu adalah salah satu obsesi saya dengan parkour. Parkour menjadi Parkour dengan segala nilai dan filosofi kebaikannya. Dari mimpi saya tersebut, terbesitlah sebuah pertanyaan:
Silahkan pilih jalan kalian: hanya untuk keren-kerenan atau menjadi berguna untuk orang lain?
“let people exploite you not you exploit yourself” - Roar