Indoor Class

“First step is probably the hardest, but once you did it, you are halfway there” ~ unknown

Siapa sangka awal dari pemenuhan hasrat kepenasaran jadi tak berujung? Menjadi undakan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Ini yang saya rasakan setelah 3 tahun berlatih parkour.

Sabtu lalu, 14 Januari 2012, menjadi langkah awal kami (parkour Bandung) untuk kembali mewujudkan salah satu mimpi kami. Untuk pertama kalinya kelas indoor dibuka untuk umum. Setelah bermimpi dari entah kapan untuk mempunyai fasilitas berlatih di dalam ruangan, mencoba membangun sedikit demi sedikit obstacle portable, survey tempat, team training, hingga akhirnya sabtu kemarin semua dimulai.

Apa itu kelas indoor? Sebuah latihan yang kami rancang dengan intensitas tinggi berfokus di flowing, tehnik, dan cardio. bisa menjadi langkah awal untuk memulai berlatih parkour ketika lingkungan di luar dirasa kurang nyaman. 

Tidak ada yang bisa mengalahkan latihan parkour di luar ruangan, tapi seperti yang dikatakan di atas latihan di dalam ruangan dengan lingkungan buatan dan masih dalam situasi “aman” bisa menjadi langkah awal untuk memulai parkour.

Ini adalah langkah lain dari perwujudan mimpi yang lebih besar dari Parkour Bandung. 

Wanna see and share our dreams? Help us to help you experience what we learned and gained through parkour. And you’ll see what we means. See you in classes (indoor and outdoor).

Catatan Awal Tahun 2012

“Bang, Akang pengen ikut parkour dong!”

“Bang, Baba juga”

Dua kalimat itu yang dikeluarkan sepupu saya yang masih kelas 1 SMP. Dan ketika mereka liburan pada satu kesempatan project kecil Parkour Bandung, saya mengajak mereka bergabung sekaligus menjadi salah satu partisipan pemulai kami. 

Sepanjang jalan mereka semangat namun terkadang malu-malu. Sesekali mereka berkata;

“ah mau liat dulu ah, ngga mau langsung ikut latihan.”

Saya pun hanya membalas dengan senyuman dan bilang ; 

“ya udah liat aja dulu, kalo emang mau ikut langsung ikut aja ya.”

Mereka pun mengangguk di kursi belakang mobil.

Saya kaget ketika salah satu sepupu saya bilang bahwa dia suka membaca blog ini. Saya pikir mereka hanya tertarik dengan melihat video-video yang ada. Ternyata akang suka membaca blog kecil ini, dia hapal bagian-bagian yang saya tulis, dengan sendirinya dia sudah sedikit mempelajari filosofi-filosofi parkour yang saya sisipkan di setiap tulisan saya di blog ini. Saya tersenyum senang dan bangga kepada mereka. 

Tujuan kecil saya melakukan perubahan dengan blog ini sedikit tercapai. Melakukan perubahan sedikit demi sedikit, membuat orang mengerti bahwa parkour bukan sekedar loncat-loncat. dan yang paling saya banggakan adalah saya berhasil membuat perubahan dari lingkungan yang lebih kecil dan dekat. ya keluarga. Mungkin ini rasanya ketika Daniel (qronoz) berhasil “meracuni” sepupunya untuk latihan parkour. Senang bukan main. Terima kasih Akang dan Baba, kalian memberikan suntikan semangat kepada saya.

Tidak perlu jadi presiden untuk melakukan sesuatu untuk negara, tidak perlu jadi walikota untuk membuat suatu perubahan. Lakukan perubahan dari yang paling dasar, dimulai dari diri sendiri, dan lingkungan sekitar kita. Saya tahu ini tidak mudah, berjuang sendiri melakukan perubahan untuk hidup yang lebih baik tapi saya percaya kita pasti bisa. Awalnya saya berpikir saya sendirian, tapi saya salah, saya punya keluarga yang membantu untuk membuat suatu perubahan kecil di masyarakat. Parkour Bandung dan Parkour Indonesia adalah keluarga itu. Jika teman-teman ingin melakukan perubahan mari bergabung bersama kami.

Selamat tahun baru 2012!!! Parkour Bandung Hey Ho!!! LETS FLOW!!!!!

spesifik Parkour Stretching, video dibuat sama Awsa Bergstrom, guru pilates yang juga praktisi parkour.

Artikel Pemenang #kuisparkour

Ini dia artikel pemenang #kuisparkour yang minggu kemaren saya bikin. pemenangnya @ika_0601 , praktisi perempuan Parkour Jakarta. Selamat Ika sekali lagi!!!

Berkenalan Dengan Diri Sendiri

 Sejak lahir, kita sudah berinteraksi dengan orang-orang terdekat seperti keluarga. Kemudian beranjak memasuki lingkungan pertemanan yang lebih luas. Pengalaman orang lain akan membentuk mereka menjadi individu dengan bermacam - macam karakter. Tanpa kita sadari, cara berfikir kita akan terbentuk atau paling tidak terpengaruh oleh mereka.

 Pernahkan kita memberi waktu untuk lebih mengenal diri sendiri?

 Parkour memberikan saya banyak waktu dan kesempatan untuk itu.

 Satu contoh, disaat akan meloncat. Orang lain adalah pendukung kita. Mendengar pengalaman atau menerima masukan dari orang lain adalah ilmu yang akan memperkaya. Tetapi tetap, keputusan mutlak ada di dalam diri kita sendiri.

 Keberhasilan adalah hadiah dari proses dan kegagalan adalah kesempatan untuk lebih mengenal diri kita. Karena yang terpenting bukanlah bagaimana kita terlalu sombong dengan keberhasilan atau terlalu rendah diri karena kegagalan, tetapi apa yang kita pilih untuk kita lakukan selanjutnya.

 Menghargai Proses

 Bagi saya, Parkour adalah proses pembelajaran tiada henti, bahkan seumur hidup.

 Saya merasa cukup beruntung karena mengenal parkour bukan dari film, video atau foto - foto keren di dunia maya, yang mungkin bisa membuat ekspektasi saya terlalu tinggi. Tidak jarang dari beberapa rekan yang baru bergabung ingin segera bisa melakukan vaulting ini itu tanpa pemahaman yang cukup tentang Parkour. Hal ini yang kemudian membuat mereka perlahan ‘berguguran’ dan malas berlatih setelah mengetahui proses yang mungkin cukup berat.

 3 tahun juga tidak dengan mudah saya lalui. Perasaan malas dan semangat yang naik turun juga kadang muncul. Kembali lagi, selalu saya berikan waktu bagi diri saya untuk memilih. Mendengarkan jawaban dari ”apa yang sebenarnya saya cari di Parkour?”. Mengorek kembali motivasi diri, dan tujuan saya dalam berlatih.

 Proses dan progress di Parkour adalah sangat personal. Maka tidak akan bisa dibandingkan proses seseorang dengan yang lain. Karena tentu saja, setiap orang memiliki latar belakang dan pengalaman sehingga akan membedakan bagaimana mereka sampai ke satu tujuan.

Kuis Parkour

kemaren saya coba bikin #kuisparkour , nah saya rekap twitnya disini ya :

  • Nah buat  nanti ini hadiahnya. Kaos parkour generations ukuran L. http://twitpic.com/7l0srb
  • Buat kuis parkour caranya gampang kalo mau ikutan. Pilih satu dari beberapa topik yang ditawarkan terus dibikin tulisan. 
  • Tema 1 : Parkour Practitioner ; Modern Warrior. 2 : To be strong to be useful 3 : Parkour : Pure Respect 4 : bebas. 
  • Untuk tema 4 (bebas) temen2 boleh nulis apapun yg berkaitan sama Parkour. Mau bersifat pribadi atau cerita ttg komunitasnya. 
  • Tulisan dikirim ke willyirawan[at]hotmail[dot]com paling lambat jumat 2 desember jam 12 siang ya. 
  • Tulisan yg diemail ke saya berarti boleh saya publish dihttp://bukansekedarloncatloncat.tumblr.com . Selamat menulis :). 

Breaking The Jump

pernah merasa ragu untuk melakukan suatu lompatan?

tidak bisa bergerak di ketinggian?

ragu untuk mendarat di besi bulat?

saya pernah berada di kesemuanya. bahkan sampai saat ini saya masih punya semua masalah tersebut. lalu apa yang menyebabkan semua itu? kenapa sangat sulit untuk melakukan hal-hal tersebut?

mungkin semua akan mempunyai satu jawaban; “TAKUT” ya takut akan ketinggian, takut akan jatuh, takut gagal, takut akan cedera, dan segala macam rasa takut lainnya. pada perjalanan RDV6 kemarin, saya berkesempatan mengikuti satu buah seminar singkat tentang bagaimana kita berteman dengan rasa takut. saya lebih senang menyebut berteman bukan menghilangkan rasa takut, karena untuk saya rasa takut itu yang menjaga saya.

Dan Edwardes, dan Stephane Vigroux menjadi pembicara di seminar singkat 90 menit ini. “Breaking the Jump” adalah temanya. Breaking the jump bukan berarti kita harus melakukan lompatan, tapi juga berarti kita melakukan sesuatu yang bisa menjadi tantangan untuk diri kita, menghadapi dan berteman dengan rasa takut kita. breaking the jump bisa berarti kita melompati sebuah jarak yang membuat kita takut, bisa berarti  berdiri di ketinggian, mendarat di besi bulat, melakukan keseimbangan di ketinggian, apapun yang membuat kita merasa takut. bagaimana kita menghadapi itu semua?

1. Datangi tempat tersebut

dengan mendatangi tempat yang membuat kita takut secara terus menerus secara tidak sadar kita melatih diri kita untuk bisa menghadapi rasa takut dan sedikit demi sedikit mengenal tempat tersebut. sampai tiba pada saatnya kita datang ke tempat tersebut dan bilang “ini saatnya saya untuk melakukannya”

2. Berlatih di tempat aman

cari tempat yang kira2 menurut teman2 mempunyai karakter yang sama dengan tempat yg menjadi tantangan tapi dengan situasi yang lebih aman. lakukan sebanyak mungkin repetisi sampai pada akhirnya kita merasa nyaman dan percaya diri bahwa saya bisa melakukan lompatan yang sama di tempat yang jadi tantangan tersebut.

3. punya partner berlatih

mempunyai teman yang tahu betul kemampuan kita itu amat sangat membantu, kadang dorongan teman yang tahu betul banyaknya kita latihan bisa memberikan kepercayaan diri ekstra dan juga rasa aman dan nyaman. partner berlatih yang baik akan mampu memberikan penilaian yang baik ketika kita siap atau tidak dalam melakukan suatu lompatan, walaupun pada akhirnya semua keputusan ada di tangan kita.

4. sometimes you have to let it go

ini merupakan saran terbaik menurut saya. kadang ketika kita sudah melakukan semua persiapan dan masih merasa takut, yang harus kita lakukan adalah melepaskan semua rasa takut tersebut dan “lompat”. (tapi tentunya dengan kesiapan yang matang)

ketika kita datang ke tempat tantangan dan tidak berhasil melakukan tantangan tersebut jangan merasa gagal. karena kadang inti dari breaking the jump atau latihan apapun bukan sekedar berhasil atau tidak, tapi seberapa besar kita melakukan usaha untuk bisa berteman dengan rasa takut kita.  at least we tried our best, there are always another time. 

I’m not a monkey, I can’t be treated like one. I don’t understand how people want to put themselves into great risk for money. - David Belle

Seek Excellence and Success Will Follow

I think its obvious that these days, parkour/freerun practioners  is rarely do a conditioning. And the “pure” methods of training is slowly fades. Much people people comes to this journey, yet, only little remains. Many of them didn’t survive in this journey. Much because long term injuries, and because they didn’t understand the philosophy of parkour it self.

They got nothing rather than 1 day of fun, and the next day injured, and never practice this discipline again. As I see it, plenty of people did huge jumps, and big drops in their first year of training. This may be fine for you for few months, but sometimes, NOT on the body itself. 

Everyone can move, everyone can jump. But only some remain ‘fine’ for the next few years. Because he does every movement with excellence.  Even the simplest movement, do it with excellence because you’ll never know  what’s going to happen in the next few hours/days/months/even years !. I think its very important  to do every move with extra precautions,  excellence, because it teaches and train the body better.

Until then! Stay safe! :D

Written by : @ardhiskippers

Freedom of Movement ?

“can you handle limitless freedom of move? can your body handle it?”

Parkour memang membebaskan kita untuk bergerak bebas dan diluar garis kebiasaan, tapi sebebas apa? Parkour memang tidak membatasi kita bergerak, bahkan membebaskan kita dan menarik garis-garis batas yang selama ini membatasi pergerakan kita. Tapi apakah kebebasan itu absolut? 

Ingat film yamakasi? Di awal cerita ketujuh pemuda memanjat gedung tinggi hanya untuk menikmati keindahan matahari terbit , ditonton oleh dua bocah yang tidak mengerti dan hanya menganggap bahwa apa yang dilakukan ketujuh pemuda ini luar biasa. Keesokan harinya mereka memanjat pohon sambil berteriak “yamakasi” dan mengajak satu orang teman lagi yang menonton untuk ikut memanjat sambil berkata “tidakkah kau ingin menjadi keren seperti yamakasi?”. Akhirnya si anak memanjat, karena punya kelainan jantung si anak tiba2 pingsan ketika memanjat dan jatuh terjerembab ke tanah, mengakibatkan dia masuk rumah sakit.

Beruntung di film tersebut si anak bisa diselamatkan oleh tim yamakasi dengan mencari dana untuk operasi transplantasi jantung baru, tapi itu adalah biaya yang mahal untuk sebuah kebebasan bergerak (dan itu terjadi di film). 

Jadi sebebas apa kita bergerak?

Sama halnya seperti kita berperilaku, semuanya bebas, tapi tentunya tetap ada batas-batas yang perlu dilihat, berlatih parkour pun demikian. Ketika kita berlatih apa pengaruhnya untuk orang lain? Apakah kita melanggar hak-hak orang lain yang punya kebebasan yang sama? Bagaimana jika orang awam yang tidak mengerti apa-apa melihat dan sekonyong-konyong mencoba (seperti si anak yang ingin meniru tim yamakasi) hal-hal yang kita sudah latih selama ini? Apa pengaruhnya latihan itu untuk kita? Bisakah tubuh kita menanggung kebebasan bergerak tersebut? 

Apa yang kita lakukan dan perlihatkan mencerminkan diri kita seperti apa.  Apa yang kita perlihatkan akan mempengaruhi orang-orang di sekitar. Parkour harusnya mengINSPIRASI bukan mencelakakan. Setidaknya ini arti kebebasan bergerak di parkour menurut saya.

Keep training and keep it safe out there fellas.

*photo taken from http://lahaiseslair.com/jakob/2011/03/22/parkour/

Accent theme by Handsome Code

Mencoba berbagi Parkour dari sisi lain, dari sisi praktisi yang percaya bahwa Parkour bukan hanya sekedar loncat-loncat.

twitter.com/willyirawan

view archive



website Parkour Indonesia

Ask me anything